Terbatasnya lahan dan dana sering kali membuat orang mengabaikan faktor lokasi sebagai tempat tinggal. Padahal dengan lokasi yang dekat tempat kerja atau kantor, kemacetan lalu lintas sedikit banyak bisa teratasi.
Beruntung, kini ada program apartemen dengan subsidi pemerintah di lokasi-lokasi yang dekat dengan pusat keramaian. Harga pun relatif terjangkau oleh kocek karyawan muda berpenghasilan antara Rp 2,5 juta hingga Rp 4,5 juta.
Bangunan vertikal yang kehadirannya kian marak di kota-kota besar belakangan ini memang menjanjikan banyak hal positif.
Pertama, lokasi jelas merupakan poin jual yang paling diunggulkan.
Umumnya apartemen di tengah kota, berdekatan dengan kantor, mal, bahkan rumah sakit. Dengan lokasi yang strategis, nyaris tak ada lagi waktu yang terbuang percuma hanya karena kemacetan lalu lintas. Bahkan pihak pengembang—umumnya pengembang swasta—biasanya juga menyediakan berbagai fasilitas pendukungnya seperti kolam renang, jogging track, tennis court, playground, bahkan taman bermain dan taman kanak-kanak.
Kedua, letak apartemen yang berdekatan dengan kantor otomatis akan membuat Anda menghemat BBM. Biaya trasportasi pun dapat dihemat. Bahkan bila letak kantor sangat dekat, tak menutup kemungkinan bagi Anda untuk berjalan kaki ke kantor. Jika dilakukan setiap pagi saat berangkat kantor, badan pun jadi sehat.
Ketiga, pemakaian air dan listrik juga dapat dihemat karena Anda tak perlu menyediakan lampu taman, pompa air, dan sebagainya. Bagi Anda yang masih lajang, tinggal di apartemen tentu akan lebih hemat dan nyaman.
Keempat, dengan lahan yang terbatas biasanya luas apartemen tidak seberapa besar. Hal ini tentu akan sangat memudahkan Anda untuk membersihkannya. Bahkan bila perlu, Anda tak usah menggunakan jasa pembantu.
Sistem keamanan apartemen yang lebih dan terjaga menjadikannya sebagai hunian yang lebih aman dan nyaman ketimbang rumah biasa.
Diambil dari : Klasika Kompas 9 April 2008
No comments:
Post a Comment